bitter's posts with tag: great story

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag great story
Posted by bitter on Jun 20, '08 2:48 AM for everyone
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang Dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap Hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 Hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas Dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu Dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu Hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring Dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya Ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Fie Ling

Posted by bitter on Mar 16, '08 11:26 PM for everyone
Ada yang mengikuti episode The Real Superhumans di Discovery Channel ? Kalau tidak, you gotta see to believe. Rasanya seperti nonton heroes, tapi juga bercampur perasaan amaze karena kalau yang ini bukan rekaan, tapi nyata!

Ada 4 Superhumans dan 1 orang yang seperti The Oracle di film Matrix yang dibahas dalam episode ini. Let me briefly describe them:

1. The Iceman
    Wim Hof dari Amsterdam, adalah laki-laki yang bisa bertahan hanya dengan celana pendek saja dalam temperatur sampai -30 degrees C. Nah cerita bagaimana dia bisa memiliki kemampuan ini cukup menarik.
Diawali dengan pengalaman buruknya ketika masih kecil, ia sendirian di badai salju dan merasa kedinginan. Karena tidak tahan, ia kemudian meringkuk di teras tetangganya, sampai membeku ketika es mulai menutupi dirinya.

Untungnya, pada saat itu ia ditemukan ketika sudah hampir tak bernyawa dan segera di bawa ke rumah sakit terdekat.

Sejak saat itu, Hof selalu merasa tergoda jika melihat salju atau air di musim dingin. Ia jadi merasa ingin berlari tanpa alas kaki, atau berenang. Dan benar, hingga saat ini dia masih berlari di atas salju, hanya dengan celana pendek dan tanpa alas kaki.

Apakah dia kedinginan ? Ya, di saat-saat tertentu Hof harus berhenti dan menggosok-gosok kakinya. Hanya saja, ia memiliki kemampuan untuk meningkatkan panas tubuhnya. Is that amazing ??






2. The Blind Painter
Esref Armagan, dari Ankara, Turki. Lahir tanpa bola mata. Tapi dia adalah pelukis yang mampu melukis tiga dimensi. Perspektif. WOW!

Esref mulai melukis sejak ia remaja. Tanpa siapapun yang mengajari, dia dapat merasakan benda dengan jari-jarinya, dan kemudian melukisnya dalam perspektif. Ia menolak dikatakan pelukis buta, karena menurutnya, ia tidak buta. I can see with my fingers, kira-kira begitu.

Lukisan Esref juga bukan lukisan biasa-biasa saja. Ia melukis laut, perahu, kupu-kupu, yang sudah ditampilkan di lebih dari 20 pameran lukisan. Dan yang menarik adalah.....
Bagi kita yang memiliki mata, kita dapat memvisualisasikan benda yang membuat otak bagian visual kita bekerja dengan aktif. Bagi orang yang buta, bagian itu akan diam saja. Dan untuk Esref, bagian otak tersebut bekerja dengan aktif ! Seakan-akan, bagian tersebut beradaptasi dengan cara yang berbeda dapat mengirimkan imajinasi visual pada Esref. Ok, can you believe that ?

3. The Synaesthete
    Oke, salah satu favorit saya.
Elisabeth Susler, dari Zurich, Switzerland. Wanita ini dapat melihat warna dari sebuah nada, dan dapat merasakannya. Let say, C Mayor itu asam, huruf S itu berwarna kuning jika diucapkan, dll.

Synaesthesia, itulah yang dialami Elisabeth. Indera audio, visual dan perasa-nya seakan-akan mixed up, tercampur jadi satu. Awalnya dia tidak menyadari ini, hingga sampai suatu saat ketika ia sedang makan di kafe terbuka bersama temannya. Hujan turun. Pada saat rintik-rintik hujan itu mengenai gelas dan meja... setiap nada yang ditimbulkannya mengeluarkan warna.

Elisabeth langsung terkejut dan bertanya kepada temannya 'Kamu lihat warna-warna itu ?', tapi temannya malah meninggalkannya karena ia dikira orang yang aneh. Sejak saat itu, Elisabeth dapat melihat warna dari sebuah nada, bahkan rasanya. Jika nada F itu agak asam, ada yang manis, ada yang seperti gandum, dll.

Karena kemampuannya ini, Elisabeth dapat menghapal nada dan kata dengan cepat. Soalnya, ia tahu bahkan rasa dan warnanya !

Elisabeth menggambarkan warna yang keluar dari nada itu seperti pita yang warna-warni. Diskotik biasanya mengeluarkan banyak kotak hitam yang meledak-ledak, membuat ia tidak suka dengan tempat itu.
   
Orang yang memiliki kemampuan ini bukan Elisabeth saja lho! Ada beberapa yang juga bisa, hanya saja jarang yang memiliki tiga indera jadi satu seperti Elisabeth. Yang lain biasanya hanya bisa melihat warna saja. So, Elisabeth is something else!

4. The Human Calculator
RĂ¼diger Gamm of Welzheim, Germany. Ini yang paling saya dan Ferdi favoritkan. Saya bilang, dia yang paling menarik!

Dikatakan anak setan dan Anti-Christ pada masa kecilnya, Rudiger dapat berbicara backward. Itu loh kayak lagu-lagu setan... jadi kalau direkam dan direwind baru terdengar kata-katanya. Karena kemampuan yang aneh itulah, dia dikatakan anak iblis. Hayo, bisa nggak ngomong backward ?

Gamm di saat kecil sangat bodoh dalam matematika. Sampai-sampai, ia tidak tahan dan kemudian keluar dari sekolah.

Setelah dia keluar dari sekolah, baru tiba-tiba di umur yang ke-18, dia merasa seperti angka-angka yang banyakkk sekali, datang menghampiri kepalanya. Setelah ia banyak berlatih, dia bisa menghitung billion-zillion-million numbers in the speed of lightning.

Gamm bisa menghitung dengan cepat pembagian yang menghasilkan 60 angka di belakang koma, 84 dipangkatkan 17, dan yang menakjubkan, adalah beberapa test yang berikut ini :
  • Layar berisi titik. Gamm diberikan sebuah layar dengan banyak titik, yang hanya ditampilkan dalam kira-kira dua detik. Gamm harus menghitung berapa titik di layar itu. Warna titik itu sama. Kalau saya tuliskan, Gamm kira-kira menjawab seperti ini "110", "140", "170". Cepet banget, kalo saya, ngitung 15 titik aja nggak sempet kali, ya ?
  • Hari tertentu di tanggal tertentu. Misalnya, saya lahir di tanggal 9 Oktober 1984, Hari apakah itu ? Gamm menjawab dengan cepat "Selasa". Dan kemudian diberikan pertanyaan yang lebih susah. 'Dari tahun 1950 hingga 2050, tanggal 21 November, yang jatuh di hari selasa itu tahun berapa saja ?' Gamm menjawab dengan cepat! (Saya aja lupa tahun berapa aja ? hihihi)

So, Gamm is great!!

Nah yang terakhir yang merupakan the Oracle (saya menyebutnya seperti itu), adalah Ray Kurzweil, The IMMORTALITY. Seorang inventor dan futurist yang tidak mau mati. Amazing, huh ?


Yup, Ray yang berumur 58 tahun, bisa melihat akan seperti apa teknologi di masa depan, dan selama ini.... ramalannya selalu benar. Ia mengatakan bahwa "Aku ingin hidup terus, karena 15 tahun dari sekarang, dunia ini akan berubah, sangat berubah!". Ia memberikan pandangan bahwa, manusia akan mencapai kemampuan dimana kita bisa memprogram tubuh kita, dan meng-upgrade kemampuan yang kita miliki.
Sampai sekarang Ray terus disupply obat-obatan untuk terus menjaga tubuhnya tetap sehat, dia berkata 'I don't get it why people want to die, when we can see more in life'

Tapi ada satu concern yang menjadi akhir dari tayangan ini. Apa yang akan terjadi jika kita mencapai genetic modifications ? Saat orang dapat meng-upgrade dirinya sendiri ? Maka akan ada dua kelompok besar, orang-orang yang sudah ter-upgrade, dan orang-orang yang belum terupgrade.

How is it gonna be ? Let's wait and see :). Episode ini masih to be continued :)

5 BINTANG ! (-mau taruh di review tapi kayaknya lebih sip di jurnal biar gampang gambar-gambarnya-)

    

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help