
Di hari Jumat yang lalu, karena mengejar persiapan testing di hari Senin, saya pulang agak larut. Waktu itu sudah jam 8, dan di kantor sudah sepiiii, hanya menyisakan suara vacuum cleaner yang sedang dipakai OB.
Saya memutuskan untuk pulang. Dan gedung pun sudah sepi. Sangat berkebalikan dengan bising suara klakson di luar sana, membuat saya pengen tetap di gedung aja, ngendon :p.
Lalu, ketika melewati pintu keluar, saya menyadari bahwa lampu-lampu di luar gedung beberapa sudah dimatikan, membuat sudut-sudut gedung terlihat begitu gelap.
Makanya rasanya jantung saya melompat ketika mendengar suara wanita di ujung gedung yang gelap.
"Pokoknya, aku cuma mau balas dendam sama dia !"
OMG. Untungnya saya melihat sosok dua manusia disana. Seorang laki-laki, dan seorang wanita yang menggengam Hp-nya dengan erat. Karena gelap, wajah mereka tidak terlalu kelihatan.
Awalnya saya berpikir, apa ada shooting sinetron ya? Tapi dengan intensitas cahaya seperti itu, kecuali mau bikin sandiwara radio baru bisa, kali ya?
Naaaaah jujur aja saya kaget dengan statement sang wanita yang mengatakan balas dendam itu sebagai "cuma". Apakah fenomena sinetron multivision plus ini udah begitu membahananya di masyarakat kita, menganggap bahwa menyaksikan orang lain lebih menderita lagi itu hanya dengan ukuran kata "cuma".
Kalau misalnya mau membela wanita ini dengan berkata "dia pasti punya alasan yang tepat", saya heran apakah ada alasan yang tepat untuk "cuma mau balas dendam" ?
Kalau ada, apa ya kira-kira?