
Ini adalah pengalaman saya kemarin malam ketika sedang di jalan pulang dari kantor. Seperti biasa, saya pulang sekitar jam 6 sore, naik transJ ke Ragunan, trus nyambung naik mobil yg saya parkir disana untuk pulang.
Waktu itu di halte depan kantor cukup banyak yang antri, dan semua berteriak girang ketika sebuah bis TransJ kosong datang menghampiri. Bisa duduk gitu loh. Jarang sekali saya duduk di TransJ ini, dan sama halnya dengan orang-orang lain, saya pun duduk.
Tapi tetap, ada beberapa orang yang berdiri, diantaranya wanita. Dan di jaman sekarang wanita sudah dianggap sama seperti laki-laki, toh tidak ada laki-laki yang mau memberikan tempat duduknya. Sampai disini, saya merasa hal itu biasa saja.
Beberapa halte ke depan, tiba-tiba TransJ ini berhenti mendadak, semua yang di dalam bis berteriak, dan ada seorang wanita yang berdiri, jatuh ke lantai dan kepalanya terbentur. Ouch ! Dia langsung berteriak kesal kepada supir bis "Mas hati-hati dong makanya", begitu kira-kira.
Yang saya heran, petugas yang di dalam TransJ itu diam saja, tidak menanyakan kondisi si cewek ini atau sekedar minta maaf. Lebih parahnya lagi, dia jatuh di depan beberapa laki-laki yang menaruh pantatnya di tempat duduk dengan nyaman, dan sampai dia berdiri lagi, tidak ada yang dengan sedikit manusiawi memberikan tempat duduknya. Akhirnya, saya berinisiatif saja berdiri dan mempersilahkan cewek ini duduk.
Tidak berarti karena kita cewek, harus menunggu cowok2 yang bertindak kan?
Saya juga tidak menganggap itu heroik, itu hanya hal yang memang seharusnya dilakukan.
Semua di dalam bis diam saja, hanya cewek itu yang tampak mengusap-usap jidatnya, dan memijat kakinya. Saya sendiri jadi kasihan melihatnya, terlepas dari dia cewek ataupun cowok, siapapun yang mengalami hal seperti itu seharusnya lebih layak duduk dibanding kita yang sehat-sehat saja.
Dan tidak usahlah para laki-laki yg tegap dan muda itu yang bisa menunjukkan sedikit simpati, kita yang wanita juga seharusnya begitu. Buat apa kita teriak-teriak membantu anak yatim, atau bahkan palestina yang jauh disana, jika orang sebelah jatuh saja kita tutup mata ?
Fenomena seperti ini tidak jarang loh ketika saya mulai naik TransJ. Banyak orang berebutan hanya untuk dapat tempat duduk, membiarkan bapak-bapak separuh baya yang terkantuk-kantuk bergantungan di dalam bis. Banyak orang berhenti di pintu halte menghalangi orang di belakangnya hanya untuk menunggu bis yang akan datang berikutnya, supaya bisa duduk. Saya sendiri pernah tergencet di pintu halte karena seorang laki-laki yang memaksa masuk dan mendorong saya dengan keras. Saat itu Ferdi menegurnya dan dia hanya bilang "Tai lu, gw kan buru-buru".
Lihat, betapa sedihnya mendengar hal seperti itu...
Tapi bukan hanya hal-hal jelek saja sih, saya juga banyak menemui orang-orang yang dengan senang hati membagi tempat duduknya untuk orang lain, mereka yang dengan sopan memberikan jalan untuk masuk...
Dan juga cewek yang jatuh itu, ketika dia turun di halte sebelum saya, dia mengucapkan "Terima kasih banyak ya, mbak.."
Jujur saja... I'm very grateful hearing that.
Hikmahnya, saya jadi nggak bosan sepanjang perjalanan, karena waktunya saya habiskan dengan berpikir, gimana yah nulis jurnalnya di MP nanti ? hahahaha....