Ada yang mengikuti episode
The Real Superhumans di
Discovery Channel ? Kalau tidak, you gotta see to believe. Rasanya seperti nonton heroes, tapi juga bercampur perasaan amaze karena kalau yang ini bukan rekaan, tapi nyata!
Ada 4 Superhumans dan 1 orang yang seperti The Oracle di film Matrix yang dibahas dalam episode ini. Let me briefly describe them:
1.
The Iceman Wim Hof dari Amsterdam, adalah laki-laki yang bisa bertahan hanya dengan celana pendek saja dalam temperatur sampai -30 degrees C. Nah cerita bagaimana dia bisa memiliki kemampuan ini cukup menarik.

Diawali dengan penga
laman buruknya ketika masih kecil, ia sendirian di badai salju dan merasa kedinginan. Karena tidak tahan, ia
kemudian meringkuk di teras tetangganya, sampai membeku ketika es mulai menutupi dirinya.
Untungnya, pada saat itu ia ditemukan ketika sudah hampir tak bernyawa dan segera di bawa ke rumah sakit
terdekat.
Sejak saat itu, Hof selalu merasa tergoda jika melihat salju atau air di musim dingin. Ia jadi merasa ingin berlari tanpa alas kaki, atau berenang. Dan benar, hingga saat ini dia masih berlari di atas salju, hanya dengan celana pendek dan tanpa alas kaki.

Apakah dia kedinginan ? Ya, di saat-saat tertentu Hof harus berhenti dan menggosok-gosok kakinya. Hanya saja, ia memiliki kemampuan untuk meningkatkan panas tubuhnya. Is that amazing ??
2.
The Blind Painter 
Esref Armagan, dari Ankara, Turki. Lahir tanpa bola mata. Tapi dia adalah pelukis yang mampu melukis tiga dimensi. Perspektif. WOW!
Esref mulai melukis sejak ia remaja. Tanpa siapapun yang mengajari, dia dapat merasakan benda dengan jari-jarinya, dan kemudian melukisnya dalam perspektif. Ia menolak dikatakan pelukis buta, karena menurutnya, ia tidak buta.
I can see with my fingers, kira-kira begitu.
Lukisan Esref juga bukan lukisan biasa-biasa saja. Ia melukis laut, perahu, kupu-kupu, yang sudah ditampilkan di lebih dari 20 pameran lukisan. Dan yang menarik adalah.....
Bagi kita yang memiliki mata, kita dapat memvisualisasikan benda yang membuat otak bagian visual kita bekerja dengan aktif. Bagi orang yang buta, bagian itu akan diam saja. Dan untuk Esref, bagian otak tersebut bekerja dengan aktif ! Seakan-akan, bagian tersebut beradaptasi dengan cara yang berbeda dapat mengirimkan imajinasi visual pada Esref. Ok, can you believe that ?
3.
The Synaesthete Oke, salah satu favorit saya.

Elisabeth Susler, dari Zurich, Switzerland. Wanita ini dapat melihat warna dari sebuah nada, dan dapat merasakannya. Let say, C Mayor itu asam, huruf S itu berwarna kuning jika diucapkan, dll.
Synaesthesia, itulah yang dialami Elisabeth. Indera audio, visual dan perasa-nya seakan-akan mixed up, tercampur jadi satu. Awalnya dia tidak menyadari ini, hingga sampai suatu saat ketika ia sedang makan di kafe terbuka bersama temannya. Hujan turun. Pada saat rintik-rintik hujan itu mengenai gelas dan meja... setiap nada yang ditimbulkannya mengeluarkan warna.

Elisabeth langsung terkejut dan bertanya kepada temannya
'Kamu lihat warna-warna itu ?', tapi temannya malah meninggalkannya karena ia dikira orang yang aneh. Sejak saat itu, Elisabeth dapat melihat warna dari sebuah nada, bahkan rasanya. Jika nada F itu agak asam, ada yang manis, ada yang seperti gandum, dll.
Karena kemampuannya ini, Elisabeth dapat menghapal nada dan kata dengan cepat. Soalnya, ia tahu bahkan rasa dan warnanya !
Elisabeth menggambarkan warna yang keluar dari nada itu seperti pita yang warna-warni. Diskotik biasanya mengeluarkan banyak kotak hitam yang meledak-ledak, membuat ia tidak suka dengan tempat itu.
Orang yang memiliki kemampuan ini bukan Elisabeth saja lho! Ada beberapa yang juga bisa, hanya saja jarang yang memiliki tiga indera jadi satu seperti Elisabeth. Yang lain biasanya hanya bisa melihat warna saja. So, Elisabeth is something else!
4.
The Human Calculator
RĂ¼diger Gamm of Welzheim, Germany. Ini yang paling saya dan Ferdi favoritkan. Saya bilang, dia yang paling menarik!
Dikatakan anak setan dan Anti-Christ pada masa kecilnya, Rudiger dapat berbicara backward. Itu loh kayak lagu-lagu setan... jadi kalau direkam dan direwind baru terdengar kata-katanya. Karena kemampuan yang aneh itulah, dia dikatakan anak iblis. Hayo, bisa nggak ngomong backward ?
Gamm di saat kecil sangat bodoh dalam matematika. Sampai-sampai, ia tidak tahan dan kemudian keluar dari sekolah.
Setelah dia keluar dari sekolah, baru tiba-tiba di umur yang ke-18, dia merasa seperti angka-angka yang banyakkk sekali, datang menghampiri kepalanya. Setelah ia banyak berlatih, dia bisa menghitung billion-zillion-million numbers in the speed of lightning.
Gamm bisa menghitung dengan cepat pembagian yang menghasilkan 60 angka di belakang koma, 84 dipangkatkan 17, dan yang menakjubkan, adalah beberapa test yang berikut ini :
- Layar berisi titik. Gamm diberikan sebuah layar dengan banyak titik, yang hanya ditampilkan dalam kira-kira dua detik. Gamm harus menghitung berapa titik di layar itu. Warna titik itu sama. Kalau saya tuliskan, Gamm kira-kira menjawab seperti ini "110", "140", "170". Cepet banget, kalo saya, ngitung 15 titik aja nggak sempet kali, ya ?
- Hari tertentu di tanggal tertentu. Misalnya, saya lahir di tanggal 9 Oktober 1984, Hari apakah itu ? Gamm menjawab dengan cepat "Selasa". Dan kemudian diberikan pertanyaan yang lebih susah. 'Dari tahun 1950 hingga 2050, tanggal 21 November, yang jatuh di hari selasa itu tahun berapa saja ?' Gamm menjawab dengan cepat! (Saya aja lupa tahun berapa aja ? hihihi)
So, Gamm is great!!
Nah yang terakhir yang merupakan the Oracle (saya menyebutnya seperti itu), adalah Ray Kurzweil, The IMMORTALITY. Seorang inventor dan futurist yang tidak mau mati. Amazing, huh ?

Yup, Ray yang berumur 58 tahun, bisa melihat akan seperti apa teknologi di masa depan, dan selama ini.... ramalannya selalu benar. Ia mengatakan bahwa
"Aku ingin hidup terus, karena 15 tahun dari sekarang, dunia ini akan berubah, sangat berubah!". Ia memberikan pandangan bahwa, manusia akan mencapai kemampuan dimana kita bisa memprogram tubuh kita, dan meng-upgrade kemampuan yang kita miliki.
Sampai sekarang Ray terus disupply obat-obatan untuk terus menjaga tubuhnya tetap sehat, dia berkata
'I don't get it why people want to die, when we can see more in life'Tapi ada satu concern yang menjadi akhir dari tayangan ini. Apa yang akan terjadi jika kita mencapai genetic modifications ? Saat orang dapat meng-upgrade dirinya sendiri ? Maka akan ada dua kelompok besar, orang-orang yang sudah ter-upgrade, dan orang-orang yang belum terupgrade.
How is it gonna be ? Let's wait and see :). Episode ini masih to be continued :)