... taking my... thoughts.

Posted by bitter on May 4, '08 11:40 PM for everyone
My favorite ventriloquist. Awalnya gara-gara Ferdi nge-download cuplikan saat dia show dengan si Achmed the Dead Terrorist, dan pas nonton rasanya pengen nungging saking lucunya (why nungging ya ? ).
Akhirnya saya jadi suka nonton beberapa klip-nya di YouTube, dan terkagum-kagum dengan kemampuannya membuat boneka-boneka itu serasa hidup dan bener-bener nyata!

Kalau lagi bete dan pengen ketawa, nonton aja Jeff Dunham :D *iklan mode on*

Website : www.jeffdunham.com

Posted by bitter on May 1, '08 10:40 PM for everyone
"That's what I love from you, Indonesians. You are always taking pictures of yourselves!"

It's the spontaneous comment from our VP in the company when me and my friends were busy taking pictures in a luncheon last Wednesday, and I said it was 'undeniable' :P. It made us blushed a little.

And I thought, OMG ... is that really just us who do it, indonesians??



Posted by bitter on Apr 22, '08 5:15 AM for everyone
Di hari Jumat yang lalu, karena mengejar persiapan testing di hari Senin, saya pulang agak larut. Waktu itu sudah jam 8, dan di kantor sudah sepiiii, hanya menyisakan suara vacuum cleaner yang sedang dipakai OB.

Saya memutuskan untuk pulang. Dan gedung pun sudah sepi. Sangat berkebalikan dengan bising suara klakson di luar sana, membuat saya pengen tetap di gedung aja, ngendon :p.
Lalu, ketika melewati pintu keluar, saya menyadari bahwa lampu-lampu di luar gedung beberapa sudah dimatikan, membuat sudut-sudut gedung terlihat begitu gelap.

Makanya rasanya jantung saya melompat ketika mendengar suara wanita di ujung gedung yang gelap.

"Pokoknya, aku cuma mau balas dendam sama dia !"

OMG. Untungnya saya melihat sosok dua manusia disana. Seorang laki-laki, dan seorang wanita yang menggengam Hp-nya dengan erat. Karena gelap, wajah mereka tidak terlalu kelihatan.

Awalnya saya berpikir, apa ada shooting sinetron ya? Tapi dengan intensitas cahaya seperti itu, kecuali mau bikin sandiwara radio baru bisa, kali ya?

Naaaaah jujur aja saya kaget dengan statement sang wanita yang mengatakan balas dendam itu sebagai "cuma". Apakah fenomena sinetron multivision plus ini udah begitu membahananya di masyarakat kita, menganggap bahwa menyaksikan orang lain lebih menderita lagi itu hanya dengan ukuran kata "cuma".

Kalau misalnya mau membela wanita ini dengan berkata "dia pasti punya alasan yang tepat", saya heran apakah ada alasan yang tepat untuk "cuma mau balas dendam" ?

Kalau ada, apa ya kira-kira?


Posted by bitter on Apr 10, '08 11:07 PM for everyone
Ini adalah pengalaman saya kemarin malam ketika sedang di jalan pulang dari kantor. Seperti biasa, saya pulang sekitar jam 6 sore, naik transJ ke Ragunan, trus nyambung naik mobil yg saya parkir disana untuk pulang.
Waktu itu di halte depan kantor cukup banyak yang antri, dan semua berteriak girang ketika sebuah bis TransJ kosong datang menghampiri. Bisa duduk gitu loh. Jarang sekali saya duduk di TransJ ini, dan sama halnya dengan orang-orang lain, saya pun duduk.
Tapi tetap, ada beberapa orang yang berdiri, diantaranya wanita. Dan di jaman sekarang wanita sudah dianggap sama seperti laki-laki, toh tidak ada laki-laki yang mau memberikan tempat duduknya. Sampai disini, saya merasa hal itu biasa saja.

Beberapa halte ke depan, tiba-tiba TransJ ini berhenti mendadak, semua yang di dalam bis berteriak, dan ada seorang wanita yang berdiri, jatuh ke lantai dan kepalanya terbentur. Ouch ! Dia langsung berteriak kesal kepada supir bis "Mas hati-hati dong makanya", begitu kira-kira.

Yang saya heran, petugas yang di dalam TransJ itu diam saja, tidak menanyakan kondisi si cewek ini atau sekedar minta maaf. Lebih parahnya lagi, dia jatuh di depan beberapa laki-laki yang menaruh pantatnya di tempat duduk dengan nyaman, dan sampai dia berdiri lagi, tidak ada yang dengan sedikit manusiawi memberikan tempat duduknya. Akhirnya, saya berinisiatif saja berdiri dan mempersilahkan cewek ini duduk.
Tidak berarti karena kita cewek, harus menunggu cowok2 yang bertindak kan?
Saya juga tidak menganggap itu heroik, itu hanya hal yang memang seharusnya dilakukan.

Semua di dalam bis diam saja, hanya cewek itu yang tampak mengusap-usap jidatnya, dan memijat kakinya. Saya sendiri jadi kasihan melihatnya, terlepas dari dia cewek ataupun cowok, siapapun yang mengalami hal seperti itu seharusnya lebih layak duduk dibanding kita yang sehat-sehat saja.
Dan tidak usahlah para laki-laki yg tegap dan muda itu yang bisa menunjukkan sedikit simpati, kita yang wanita juga seharusnya begitu. Buat apa kita teriak-teriak membantu anak yatim, atau bahkan palestina yang jauh disana, jika orang sebelah jatuh saja kita tutup mata ?

Fenomena seperti ini tidak jarang loh ketika saya mulai naik TransJ. Banyak orang berebutan hanya untuk dapat tempat duduk, membiarkan bapak-bapak separuh baya yang terkantuk-kantuk bergantungan di dalam bis. Banyak orang berhenti di pintu halte menghalangi orang di belakangnya hanya untuk menunggu bis yang akan datang berikutnya, supaya bisa duduk. Saya sendiri pernah tergencet di pintu halte karena seorang laki-laki yang memaksa masuk dan mendorong saya dengan keras. Saat itu Ferdi menegurnya dan dia hanya bilang "Tai lu, gw kan buru-buru".

Lihat, betapa sedihnya mendengar hal seperti itu...

Tapi bukan hanya hal-hal jelek saja sih, saya juga banyak menemui orang-orang yang dengan senang hati membagi tempat duduknya untuk orang lain, mereka yang dengan sopan memberikan jalan untuk masuk...

Dan juga cewek yang jatuh itu, ketika dia turun di halte sebelum saya, dia mengucapkan "Terima kasih banyak ya, mbak.."
Jujur saja... I'm very grateful hearing that.

Hikmahnya, saya jadi nggak bosan sepanjang perjalanan, karena waktunya saya habiskan dengan berpikir, gimana yah nulis jurnalnya di MP nanti ? hahahaha....

Posted by bitter on Apr 3, '08 11:39 PM for everyone
Ada update dari beliaunya yang bersangkutan : http://riyogarta.com/2008/04/03/roy-suryo-konfirm-datang/


aduh mas roooyyyy mbok ya jangan diganti2 lagi jadwalnya... plisss :D
yg disini juga sudah diupdate :)

asik hari jumat :D apa cuti aja ya

Posted by bitter on Apr 2, '08 10:18 PM for everyone

“Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).

Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.

sumber: Okezone

Untuk menanggapi kutipan berita diatas, saya dengan ini mengundang secara resmi Sdr. Roy Suryo untuk hadir dalam acara Dialog Terbuka yang akan membahas tema isu seputar blogger terkait dengan statemen-statemennya yang telah dikeluarkannya di media massa.

Acara akan diselenggarakan pada:

logoUBL

Hari / Tanggal : Jumat, 15 18 11 April 2008
Tempat : Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta
Waktu : 10.00 13.00 WIB - selesai
Acara : Dialog terbuka antara Riyogarta & Roy Suryo dengan tema seperti yang telah diutarakan diatas.

Fasilitas:

  • Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang
  • LCD Proyektor
  • Sound System
  • Snack bagi pembicara dan peserta
  • Liputan media

Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta 2 jam sebelum acara dimulai (08.00 - 10.00 09.00 - 13.00 WIB). Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Bagi pembicara dan moderator disediakan transportasi didalam kota dari dan keUniversitas Budi Luhur Pusat Jakarta.

DICARI:

Seorang sukarelawan yang bersedia menjadi moderator dalam acara dialog terbuka ini. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi moderator adalah:

  • Mengerti dunia teknologi informasi beserta perkembangannya.
  • Mampu menempatkan dirinya sebagai seorang yang netral
  • Diutamakan mereka yang berprofesi sebagai pengajar di perguruan tinggi (optional).

Karena keterbatasan dana yang dimiliki panitia, mohon maaf kami tidak menyediakan honor bagi pembicara dan moderator.

Terimakasih kepada Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta yang telah menyediakan waktu dan tempat beserta fasilitas untuk terselengaranya acara ini.

Salam,

Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan undangan ini dengan cara:

  • Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
  • Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
  • Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.

Dowload Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo


Posted by bitter on Mar 25, '08 2:59 AM for everyone
Lihat disini

Laki-laki ini menjual paket hidupnya di eBay, yg akan dilelang mulai 22 Juni. Dari rumah, jet ski, spa, pakaiannya dan bahkan temannya.

Nah, bisa nggak jual paket hidupmu ? Hahahah, I really don't think I can.

There is there is only.

Posted by bitter on Mar 24, '08 5:41 AM for everyone
C11 adalah nama angkatan gw semasa kul di Surabaya dulu, walaupun terkadang kami tetap suka pake nama angk. 2001. It's been a while,... dan sudah 7 tahun sejak kami pertama ketemu di kampus dengan muka yg masi kucel dan culun.
Hari minggu kemarin, mereka yang infonya akan datang sekitar 7-8 orang, tiba di rumah dengan tiga mobil, membengkak jadi 12 org. Padahal konsumsi cuma ada minimal. Cuma mobilnya Rolly aja yang tetap dari jaman jebot :p mobil yg bensinnya 1:8, alias 1 ltr buat 8 detik hahahah :D.

Seperti biasa, kalau mereka ngumpul, yang ada juga saling mencela, khususnya kalau ada si Fanni, habis dia dikerjain :). Katanya sih misi mereka sekalian mau liat-liat rumah, tapi akhir-akhirnya malah telat gara-gara jemput sana-sini. Wah hebat, udah pada mau beli rumah, kayaknya masih dulu-dulu aja waktu bareng-bareng makan di jumbo jus, karena jusnya yg jumbo dan harga murah. Kos-kosan bangettt :P

Makasih ya guys, jangan bosen nyambangin..... walaupun kalian kalo udah ketemu makanan tetep aja jiwa sukolilo :p
Masih pengen ngumpul-ngumpul lagi rasanya :)

Sikat WC!! ehhhh Vivat TC!!!

Foto-foto : http://csatusatu.multiply.com/photos/album/10/Serangan_Gerombolan_Siberat_Journey_KL_2._
http://csatusatu.multiply.com/photos/album/8/Journey_to_KL



Posted by bitter on Mar 16, '08 11:26 PM for everyone
Ada yang mengikuti episode The Real Superhumans di Discovery Channel ? Kalau tidak, you gotta see to believe. Rasanya seperti nonton heroes, tapi juga bercampur perasaan amaze karena kalau yang ini bukan rekaan, tapi nyata!

Ada 4 Superhumans dan 1 orang yang seperti The Oracle di film Matrix yang dibahas dalam episode ini. Let me briefly describe them:

1. The Iceman
    Wim Hof dari Amsterdam, adalah laki-laki yang bisa bertahan hanya dengan celana pendek saja dalam temperatur sampai -30 degrees C. Nah cerita bagaimana dia bisa memiliki kemampuan ini cukup menarik.
Diawali dengan pengalaman buruknya ketika masih kecil, ia sendirian di badai salju dan merasa kedinginan. Karena tidak tahan, ia kemudian meringkuk di teras tetangganya, sampai membeku ketika es mulai menutupi dirinya.

Untungnya, pada saat itu ia ditemukan ketika sudah hampir tak bernyawa dan segera di bawa ke rumah sakit terdekat.

Sejak saat itu, Hof selalu merasa tergoda jika melihat salju atau air di musim dingin. Ia jadi merasa ingin berlari tanpa alas kaki, atau berenang. Dan benar, hingga saat ini dia masih berlari di atas salju, hanya dengan celana pendek dan tanpa alas kaki.

Apakah dia kedinginan ? Ya, di saat-saat tertentu Hof harus berhenti dan menggosok-gosok kakinya. Hanya saja, ia memiliki kemampuan untuk meningkatkan panas tubuhnya. Is that amazing ??






2. The Blind Painter
Esref Armagan, dari Ankara, Turki. Lahir tanpa bola mata. Tapi dia adalah pelukis yang mampu melukis tiga dimensi. Perspektif. WOW!

Esref mulai melukis sejak ia remaja. Tanpa siapapun yang mengajari, dia dapat merasakan benda dengan jari-jarinya, dan kemudian melukisnya dalam perspektif. Ia menolak dikatakan pelukis buta, karena menurutnya, ia tidak buta. I can see with my fingers, kira-kira begitu.

Lukisan Esref juga bukan lukisan biasa-biasa saja. Ia melukis laut, perahu, kupu-kupu, yang sudah ditampilkan di lebih dari 20 pameran lukisan. Dan yang menarik adalah.....
Bagi kita yang memiliki mata, kita dapat memvisualisasikan benda yang membuat otak bagian visual kita bekerja dengan aktif. Bagi orang yang buta, bagian itu akan diam saja. Dan untuk Esref, bagian otak tersebut bekerja dengan aktif ! Seakan-akan, bagian tersebut beradaptasi dengan cara yang berbeda dapat mengirimkan imajinasi visual pada Esref. Ok, can you believe that ?

3. The Synaesthete
    Oke, salah satu favorit saya.
Elisabeth Susler, dari Zurich, Switzerland. Wanita ini dapat melihat warna dari sebuah nada, dan dapat merasakannya. Let say, C Mayor itu asam, huruf S itu berwarna kuning jika diucapkan, dll.

Synaesthesia, itulah yang dialami Elisabeth. Indera audio, visual dan perasa-nya seakan-akan mixed up, tercampur jadi satu. Awalnya dia tidak menyadari ini, hingga sampai suatu saat ketika ia sedang makan di kafe terbuka bersama temannya. Hujan turun. Pada saat rintik-rintik hujan itu mengenai gelas dan meja... setiap nada yang ditimbulkannya mengeluarkan warna.

Elisabeth langsung terkejut dan bertanya kepada temannya 'Kamu lihat warna-warna itu ?', tapi temannya malah meninggalkannya karena ia dikira orang yang aneh. Sejak saat itu, Elisabeth dapat melihat warna dari sebuah nada, bahkan rasanya. Jika nada F itu agak asam, ada yang manis, ada yang seperti gandum, dll.

Karena kemampuannya ini, Elisabeth dapat menghapal nada dan kata dengan cepat. Soalnya, ia tahu bahkan rasa dan warnanya !

Elisabeth menggambarkan warna yang keluar dari nada itu seperti pita yang warna-warni. Diskotik biasanya mengeluarkan banyak kotak hitam yang meledak-ledak, membuat ia tidak suka dengan tempat itu.
   
Orang yang memiliki kemampuan ini bukan Elisabeth saja lho! Ada beberapa yang juga bisa, hanya saja jarang yang memiliki tiga indera jadi satu seperti Elisabeth. Yang lain biasanya hanya bisa melihat warna saja. So, Elisabeth is something else!

4. The Human Calculator
Rüdiger Gamm of Welzheim, Germany. Ini yang paling saya dan Ferdi favoritkan. Saya bilang, dia yang paling menarik!

Dikatakan anak setan dan Anti-Christ pada masa kecilnya, Rudiger dapat berbicara backward. Itu loh kayak lagu-lagu setan... jadi kalau direkam dan direwind baru terdengar kata-katanya. Karena kemampuan yang aneh itulah, dia dikatakan anak iblis. Hayo, bisa nggak ngomong backward ?

Gamm di saat kecil sangat bodoh dalam matematika. Sampai-sampai, ia tidak tahan dan kemudian keluar dari sekolah.

Setelah dia keluar dari sekolah, baru tiba-tiba di umur yang ke-18, dia merasa seperti angka-angka yang banyakkk sekali, datang menghampiri kepalanya. Setelah ia banyak berlatih, dia bisa menghitung billion-zillion-million numbers in the speed of lightning.

Gamm bisa menghitung dengan cepat pembagian yang menghasilkan 60 angka di belakang koma, 84 dipangkatkan 17, dan yang menakjubkan, adalah beberapa test yang berikut ini :
  • Layar berisi titik. Gamm diberikan sebuah layar dengan banyak titik, yang hanya ditampilkan dalam kira-kira dua detik. Gamm harus menghitung berapa titik di layar itu. Warna titik itu sama. Kalau saya tuliskan, Gamm kira-kira menjawab seperti ini "110", "140", "170". Cepet banget, kalo saya, ngitung 15 titik aja nggak sempet kali, ya ?
  • Hari tertentu di tanggal tertentu. Misalnya, saya lahir di tanggal 9 Oktober 1984, Hari apakah itu ? Gamm menjawab dengan cepat "Selasa". Dan kemudian diberikan pertanyaan yang lebih susah. 'Dari tahun 1950 hingga 2050, tanggal 21 November, yang jatuh di hari selasa itu tahun berapa saja ?' Gamm menjawab dengan cepat! (Saya aja lupa tahun berapa aja ? hihihi)

So, Gamm is great!!

Nah yang terakhir yang merupakan the Oracle (saya menyebutnya seperti itu), adalah Ray Kurzweil, The IMMORTALITY. Seorang inventor dan futurist yang tidak mau mati. Amazing, huh ?


Yup, Ray yang berumur 58 tahun, bisa melihat akan seperti apa teknologi di masa depan, dan selama ini.... ramalannya selalu benar. Ia mengatakan bahwa "Aku ingin hidup terus, karena 15 tahun dari sekarang, dunia ini akan berubah, sangat berubah!". Ia memberikan pandangan bahwa, manusia akan mencapai kemampuan dimana kita bisa memprogram tubuh kita, dan meng-upgrade kemampuan yang kita miliki.
Sampai sekarang Ray terus disupply obat-obatan untuk terus menjaga tubuhnya tetap sehat, dia berkata 'I don't get it why people want to die, when we can see more in life'

Tapi ada satu concern yang menjadi akhir dari tayangan ini. Apa yang akan terjadi jika kita mencapai genetic modifications ? Saat orang dapat meng-upgrade dirinya sendiri ? Maka akan ada dua kelompok besar, orang-orang yang sudah ter-upgrade, dan orang-orang yang belum terupgrade.

How is it gonna be ? Let's wait and see :). Episode ini masih to be continued :)

5 BINTANG ! (-mau taruh di review tapi kayaknya lebih sip di jurnal biar gampang gambar-gambarnya-)

    

Posted by bitter on Mar 11, '08 2:28 AM for everyone
taken from www.infoworld.com, modified as necessary by me (just removing unnecessary lines).


Somebody's got to do them -- and hopefully that somebody isn't you


By Dan Tynan


March 10, 2008

Working in IT isn't always pretty. After all, we can't all work on the cutting-edge technologies all the time. Some of us have to get dirty -- in some cases, literally. 

Unfortunately, dirty jobs -- whether you're being chained to a help desk, hacking 30-year-old code, finding yourself wedged between warring factions in the conference room, or mucking about in human effluvia -- are necessary to make nearly every organization tick. (Well, maybe not the human effluvia part.)

The good news? Master at least one of them, and you're pretty much guaranteed a job with somebody. We don't guarantee you'll like it, though.

Here are seven of the dirtiest jobs in IT, and why your organization needs them.


Dirty IT job No. 7: Legacy systems archaeologist


WANTED: INDIVIDUALS FAMILIAR WITH 3270, VAX/VMS, COBOL, AS/400, AND OTHER LEGACY SYSTEMS NO ONE ELSE REMEMBERS. MUST BE ABLE TO TYPE ENTIRELY IN CAPITAL LETTERS FOR EXTENDED PERIODS. APPLICANTS MUST MEET MINIMUM AGE REQUIREMENT OF 55.

Believe it or not, COBOL developers are still in demand, says Jim Lanzalotto, vice president of Yoh, a technology talent and outsourcing firm.

"I'm looking at a job listing right now for a PeopleSoft business analyst," says Lazalotto. "Buried in the middle of the description, it says, 'writes COBOL as needed.' Here's another one, for a senior program analyst with a background in IBM WebSphere, EDI, Unix, and secure file transfer protocol -- 'knowledge of COBOL a plus.' Imagine your average 29-year-old hipster applying for one of these jobs. 'You want me to know what?'"

You'd think these old systems would have died off years ago, but larger companies -- especially in financial services, manufacturing, retail, and health care -- cling to them like drunken sailors to a lamppost.

"I know of at least one major office supply retailer that powers its site by connecting AS400s to Web front ends," says Andrew Gelina, CEO of Syrinx Consulting, in Waltham, Mass. "The cost of rewriting or migrating these apps is huge and the risk is high, so they look for any way possible to reuse and reconnect to modern technologies. It's like marine archeology. You'll need a spelunker to dive deep into them, figure out how they can be bolted and duct-taped into a more modern integration engine, like a SOAP/XML front end."

The good news? Experienced techs willing to do these dirty jobs may discover reliable income streams as they ease into semi-retirement.

"There's an interesting inversion principle at work here," Gelina says. "The value of people with skills built around those systems had been going steadily down for a long time. Now that companies can't find anyone to work on them, the reverse is true. If you're a consultant who specializes in one of those older technologies, you've got a pretty good niche."


Dirty IT job No. 6: Help desk zombie


Excellent entry-level opportunity for multitasking individual with low self-esteem. Ability to read from scripts a plus. Potential to move up to bug scraper, password reset technician, or tape rotation coordinator.

Here's the job that every IT professional hates. Bruce Kane, senior consultant at M3 Technology Group in Charlotte, N.C., defines a dirty job as "anything where you have to visit or talk to end-users. Help desk, desk side support, etc. Icky! Users have cooties!"

Of course, users often feel the same way about support techs, says Kris Domich, principal datacenter consultant at Dimension Data.

"When you contact tech support, a lot of people feel like they're either talking to an idiot or being treated like one," Domich says. "There's a fine line between being courteous and being patronizing, and many techs don't know where that line is."

As more organizations move to 24/7 operations, they may also need the services of the more specialized Graveyard Support Vampire, who shuns the daylight and lives by the glow of the network console.

"Why this person actually wants to forge his or her days for the joy of nocturnal employment is a dark, dark mystery that shall forever span the vast expanse of space and time," says Lawrence Imeish, principal consultant for Dimension Data's Converged Communications Group. "But it's often imperative that IT folks manage their equipment off-hours so as to avoid impact on day-to-day business activities on their networks. System reboots, patch applications, and troubleshooting also typically occur after-hours and could be a cause for system failure in and of themselves if not properly addressed during the evening hours."


Dirty IT job No. 5: On-site reboot specialist


Seeking individuals for on-site support of end-users. Must be familiar with three-fingered Ctrl-Alt-Del salute and power cord reconfiguration. Ability to withstand a variety of environments and personality types; concealed-weapons permit a plus. Individuals with anger management issues need not apply.

Closely related to the help desk zombie, but even lower on the totem pole, is the on-site reboot specialist, says Scott Crawford, research director at Enterprise Management Associates in Boulder, Colo. Unlike help desk or support vampires, the on-site rebootnik must venture out into the physical world and deal with actual people. 

Joel Bomgar worked his way through college as an on-site support specialist. He recalls hot sticky summers spent driving Mississippi back roads in 100-degree heat, providing "sweatnical" support to clueless end-users.

"First there's the heat," Bomgar says. "Then you show up at the customer site, and the server room is a closet. Loud, dusty, dingy, and there's nowhere to sit down. You end up standing wedged between the server and the wall for hours at a time. It's like flying on a regional jet. Everything about it is uninviting."

It was this experience, Bomgar says, that ultimately inspired him to start Bomgar Corp. (formerly Network Streaming), a Ridgeland, Miss.-based provider of remote service solutions for SMBs. By adding a Bomgar Box appliance to a company's network, remote technicians anywhere in the world can access an end-user's PC and troubleshoot it. 

Providing non-site support also puts some welcome physical distance between techie and customer.

"What makes on-site support dirty is interfacing with the user," Bomgar says. "People's workstations are often a nightmarish wreck. They issue you into a tiny room covered with dust, grit, and grime. The keyboard's broken and the mouse doesn't work, but they're used to it." 

For their part, customers don't have to stop working while the tech takes over their machines (or stand near some college kid who's just been driving in 100-degree heat).

"Tech support becomes so much cleaner when you don't have to go deal with all those environmental variables," Bomgar says. "You get to interface with the technology without the grit, grime, and dirt associated with support."


Dirty IT job No. 4: Interdepartmental peace negotiator


Looking for self-starter skilled at moderating tech disputes between warring factions within the same company or between company and its client. Must possess experience in ego-stroking, manipulative massage, and hand-to-hand combat.

Cats and dogs, Democrats and Republicans, Martians and Venutians -- they're downright chummy compared to warring departments within many enterprises. Unfortunately, at some point they've got to pull together for the good of the company. That's when you call in the negotiator to smooth ruffled feathers and break up the fights.

This comes up a lot when different sides of the organization need to collaborate on, say, a company wiki, intranet, or portal, says Syrinx's Gelina. Somebody's got to play the heavy -- what Gelina calls the "Portal Majority Whip" -- to keep everyone on the same page, following the same rules.

"If someone is not riding herd on this, renegade elements will crop up and threaten the stability and usability of the portal," Gelina explains.

The problem? "The IT people want centralized control, while the typical users want to move forward at the speed of business without restrictions," Gelina says. "They don't want to have to wait for IT to decide something before they can move. Satisfying those two camps can be tough."

But this battle isn't always geeks against suits; sometimes it's geeks vs. geeks. Dimension Data's Domich likens the job to herding kittens.

"The Cat Herder has to keep multiple architect-level technologists focused on a common cause to a common problem," Domich says. "Even if it seems redundant at times, it’s essential to have systems -- or, in this case, people -- in place to keep technology architects on schedule."

Domich adds, "IT project managers are gluttons for punishment." As if we didn't know.


Dirty IT job No. 3: Enterprise espionage engineer (black ops)


Seeking slippery individuals comfortable with lying, cheating, stealing, breaking, and entering for penetration testing of enterprise networks. Requirements include familiarity with hacking, malware, and forgery; must be able to plausibly impersonate a pest control specialist or a fire marshal. Please submit rap sheet along with resume.

Social engineer, con artist, penetration tester, or white hat hacker -- whatever you call it, Jim Stickley has a dirty job that actually sounds like fun. As VP of engineering and CTO of TraceSecurity in Baton Rouge, La., Stickley gets to talk his way into a client's offices, sneak into their datacenters, make off with the company's vitals, then come back later to show them where their internal security broke down.

The best part? He gets to wear disguises. Pest control specialist, AC repairman, OSHA inspector -- Stickley and his crew have a closet full of uniforms. But fireman is a particular favorite. "At one place you're the fire inspector, and girls fall all over you," Stickley says. "The next place you're wearing the pest inspector suit and you're the scum of the earth."

First, Stickley and his team take over the company's e-mail system and schedule an appointment. Then they show up in the appropriate fake attire. Whoever has been assigned to watch them usually leaves after about five minutes, Stickley says. If not, they send her out to get them coffee or offer to show her a (fake) dead mouse they found in the corner. That usually does the trick.

Once she's gone, they sneak into the security room and take all the backup tapes, load Trojans onto the servers, or plug wireless devices into the network and hack it from the parking lot.

"If we can get the backup tapes, we're done," Stickley says. "Every piece of data you'd want – mothers' maiden names, Social Security numbers -- is on those tapes. We've also walked out with computers, boxes filled with loan documents, and applications for patents that have been drawn up but not submitted. It's amazing."

Stickley says he's penetrated more than 1,000 locations and has yet to be thwarted. The dirty part: Coming back the next day to face the people you just 0wned.

"You feel dirty, if nothing else," Stickley says. "People come up to you and they're mad. 'I can't believe I got you a cup of coffee.' But ultimately you're just trying to help them out. Nobody gets fired for screwing up. The whole point is to learn from the experience."

There's at least one person who doesn't gain much from Stickley's exercise in creative insecurity, however.

"I feel really bad for the real pest inspector," he says. "The next time he shows up, boy does he get beaten down."


Dirty IT job No. 2: Datacenter migration specialist


Position involves relocating and reconfiguring datacenter over impossible distances within a ridiculously short time frame. Prior experience as cable jockey, rack-n-stack grunt, console monkey, and/or log zombie a plus.

Moving a datacenter is a dirty job. Moving one halfway across the country in 48 hours -- that's a really dirty job. But that was the task facing Scott Wilson and his firm, Marathon Consulting, when one of its clients needed to close down its Chicago datacenter the day before Thanksgiving 2003 and open for business in New York the following Monday.

Wilson tried to persuade his financial services client to set up a duplicate center in New York; they could power down the Windy City operation, light up the Big Apple, then gradually move equipment as it was needed. No good, said the client -- too expensive. So at 4:30 p.m. on Wednesday, his people loaded roughly 80 machines into trucks and drove nonstop to New York.

"We tracked the trucks using GPS, so when they reached the Holland Tunnel, we went to the datacenter," says Wilson, managing director of the Brooklyn-based Marathon. "We spent the next 48 hours setting it up and getting operational. But we got it up."

Unplugging everything and cleaning out the muck that's collected over the years is bad, Wilson says. "Cables sit for years in half-baked air-conditioned rooms that are dusty and nasty."

But the worst part is putting Humpty Datacenter back together again. "Most datacenters aren't labeled correctly and have been put together by 10 different consultants and in-house employees who each have their own ways of doing things," Wilson says. "And recabling someone else's work is always fun."

Fortunately, migrating datacenters isn't something firms do very often. But when they do, it's an ordeal. IT pros resent having to do grunt work, but they also understand it's part of the job.

"On the other hand, moving 10 racks of servers from Chicago to New York in 48 hours at the end of the day feels amazing," says Wilson. "The gratification is definitely there."


Dirty IT job No. 1: Sludge systems architect


Seeking individuals with demonstrated ability to squeeze over, under, or between confined spaces to solve technical problems. Candidates should be prepared to work long hours for low pay under adverse conditions. Must not be allergic to sawdust, vermin, airborne pathogens, or sewage.

Sometimes dirty jobs are just that -- dirty. These days, technology goes everywhere: oil rigs, pulp mills, sewage plants, you name it. Somebody's gotta clean up the mess and keep the lights on.

"One of my early network projects was a network upgrade for a plywood mill," says Roberta J. Flinn, a senior IT architect for IBM Global Services' network practice in Beaverton, Ore. "We successfully found all but one of the switches to be upgraded. After a full day of searching and climbing around in the 'rafters,' we finally found the switch on a mezzanine above the planers. It was completely covered with about 6 inches of sawdust and still running."

But few IT gigs get earthier than Dan King's job as a process control engineer for a Texas sewage treatment facility in the mid-1990s.

"Among other things," King says, "I was responsible for crawling around the sludge dryer -- that's where the poo goes after it's extracted from the water -- trying to figure out how to program the computers to run the conveyors at speeds that would get the sludge dry enough so that it's not a sloppy muddy mess, yet not so dry and dusty that it would catch on fire."

A particularly smelly fire was the reason King was assigned to the project in the first place, he adds pungently.

To keep the "sludge" at the right consistency, King used an '80s-era programming language called CL, made by Honeywell Industrial Control Systems, to move the conveyor belts at precisely the right speed and send the right amount of electricity to the dryers. That was the easy part.

"Then I had to crawl around the belt and reach in with my glove to check the consistency of this muddy, slushy mess while watching the temperature."

After that formative experience, King went to grad school. He's now an SAP consultant and NetWeaver Integration specialist for CapGemini in Houston. He says even that job can get dirty sometimes, especially when he needs to convince clients to give his people access to the things they need to get their work done.

"Some days, I'm still up to my hips in poo, but it's bull poo," King says.

After writing this article, Contributing Editor Dan Tynan felt the need for a really long shower.




Posted by bitter on Feb 22, '08 2:05 AM for everyone
Kenal sama cowok ini ?
dia adalah salah satu peserta American Idol yang bernama Danny Noriega.

Lalu..... kenal yang ini, nggak ?


atau ini :
soalnya.......
yang ini adek saya....

setiap nonton american idol.... jadi selalu ingat dia, hahahaha :)

Posted by bitter on Feb 21, '08 4:38 AM for everyone
Somewhere... in time ....

I find you.

Somewhere... in time ....

I love you.

Since then I always wonder in my silence, which is more wonderful...

the finding or the loving.


Posted by bitter on Jan 2, '08 4:00 AM for everyone

Here they are, utangku kepada Aryan sejak 2 bulan yg lalu :P.

Wekekke..... sorry yaaaaa.... tapi kan masih tahun baru  ^-^


To appreciate more about what I earn in life,
and for being helpful even a little to people who need it.

To meet as many as sources to learn,
and share much-much more about what I understand to the world.

To share the love with people I care the most,
and build a shelter to be their home.


To keep walking with you through the good and bad,
and living a life as best as I can.


Posted by bitter on Dec 27, '07 4:06 AM for everyone

 

 

Is not stopping for the past 2 days, probably it is time to think about building an ark.......


Posted by bitter on Nov 14, '07 9:43 PM for everyone
Sepertinya Dephan sudah mulai terlalu kreatif. Dibandingkan menggunakan anggaran untuk memperbaiki fasilitas pertahanan kita seperti senjata, atau pesawat-pesawat tempur yang entah masih layak atau tidak, kembali dikeluarkan RUU wamil untuk warga sipil.

Tadi malam di MetroTV dalam acara Today's Dialogue, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Dephan Budi Susilo, mengatakan bahwa kita harus belajar sejarah. Bahwa Indonesia menang perang bukan karena fasilitasnya. Oke, itu jaman dulu... sekarang dengan pesawat tempur lalu dijatuhkan bom nuklir saja habislah kita semua. Teknologi sudah tinggi dan kita masih mau berperang secara konvensional. Oh please.

Ketika ditanya mengenai motivasi adanya RUU inipun, Susilo dengan ragu-ragu menjawab bahwa Dephan memprediksi adanya ancaman. Ancaman seperti apa ? Dari negara mana ? Susilo menjawab jangan kita pikirkan negaranya, tapi sistem pertahanan harus disiapkan sejak dini. Tapi... apakah dengan anggaran 100 trilliun itu caranya ?

Susilo juga mengutarakan bahwa patriotisme di Indonesia spektrumnya semakin menurun. Bagaimana tidak ? Wong kita bayar pajak mahal-mahal tapi wujudnya tidak jelas dalam pembangunan ? Kenapa patriotisme harus diukur dari angkat senjata ? Bukankah dengan karya anak bangsa juga adalah wujud patriotisme ?

Lalu beliau berdalih, dikatakan bahwa selama ini banyak bencana di indonesia dan jumlah TNI yang dikerahkan selalu kurang. Kalau masalah bencana lalu kenapa perlu militerisasi. Tidak jelas!

Bukankah lebih baik kita memperbaiki hal-hal fundamental dahulu, dan memberdayakan SDM kita semaksimal mungkin. Misalnya saya sebagai orang IT, bagaimana ya kira2 National Defense System kita ? Well kita punya nggak sih yang kayak Pentagon ? *yang dulu suka mimpi kerja di Pentagon*.

Daripada terus menggendutkan Undang-undang, yang lama-lama aja belom tentu sudah dilaksanakan.

Singkatnya, saya NGGAK setuju ! Gimana dengan anda ?

====================================================================
Diambil dari sini
- dipilih beberapa paragraf yang menarik saja -

Jakarta - Para pemuda dan pemudi Indonesia bersiap-siaplah! Departemen Pertahanan saat ini sedang mempersiapkan RUU Wajib Militer. Mulai tahun 2008, anda yang berusia berusia 18-45 tahun akan dikenakan wajib militer.

"Wajib militer itu merupakan RUU yang masih dikaji dalam naskah akademik. Tapi ini masih embrional. Saya pikir muudah-mudahan bisa diterapkan 2008-2009 nanti," kata Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Dephan Budi Susilo Soepandji.

"Mempertahankan kedaulatan negara harus total defense, pertahanan semesta. TNI hanya sebagai komponen utama, harus dibantu oleh komponen cadangan," tambah Susilo.

Adik Jampidsus Hendarman Soepandji ini mengatakan, latihan dasar kemiliteran sangat diperlukan untuk membantu TNI dalam mengatasi ancaman non-tradisional, yang bersifat non-militeristik.

====================================================================
Diambil dari sini
- dipilih beberapa paragraf yang menarik saja -

Secara lebih spesifik, Komisi I (Bidang Pertahanan) DPR akan meminta penjelasan dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono soal usul penerapan wamil bagi warga berusia 18 sampai 45 tahun. Dalam rapat dengan Menhan yang dilakukan dalam waktu dekat ini, Komisi I DPR juga akan memberikan rekomendasi soal penerapan wamil tersebut.

"Nanti kita klarifikasi langsung," kata anggota Komisi I DPR Happy Bone Zulkarnaen di gedung DPR kemarin. Happy mengaku sampai saat ini Komisi I belum menerima draf RUU Komponen Cadangan yang memuat soal wamil dari pemerintah.

"DPR akan membahas lebih lanjut dan meminta penjelasan atas usul wamil yang diajukan Departemen Pertahanan itu," katanya.

Menurut Happy, ada konsekuensi anggaran yang sangat besar jika wamil diterapkan. Kebutuhan anggaran TNI saat ini minimal Rp 100 triliun, padahal yang bisa dipenuhi pemerintah hanya Rp 33 triliun.

===================================================================
Pasal Krusial RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Pasal 7
ayat 1
Setiap warga negara yang telah berusia 18 tahun wajib menjadi anggota Komponen Cadangan.


ayat 2
Warga negara yang dimaksud dalam ayat 1 meliputi

a. PNS, karyawan badan usaha milik negara atau daerah dan pegawai swasta yang dipanggil untuk wajib menjadi anggota Komponen Cadangan

b. Mantan prajurit TNI dan mantan anggota Kepolisian RI yang memenuhi persyaratan dan secara wajib dipanggil menjadi anggota Komponen Cadangan

c. Perseorangan di luar ayat 2a dan b yang memenuhi persyaratan wajib untuk memenuhi panggilan menjadi Komponen Cadangan dapat diangkat menjadi anggota Komponen Cadangan.

ayat 3

Setiap warga negara yang telah berusia 18 tahun secara perseorangan dengan suka rela mendaftarkan diri dapat diangkat menjadi anggota Komponen Cadangan sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 17
ayat 2
Setiap pemilik, pengelola, atau penanggung jawab sumber daya alam, sumber daya buatan, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kepentingan Komponen Cadangan wajib mendukung pendayagunaannya.

Pasal 22
ayat 1
Kedudukan sebagai anggota Komponen Cadangan selama menjalani masa bakti dan atau dalam penugasan sebagai Komponen Cadangan tidak menyebabkan putusnya hubungan kerja dengan instansi atau badan swasta tempatnya bekerja semula.

Pasal 42

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun:

a. Setiap orang tanpa alasan yang sah dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban menjadi anggota Komponen Cadangan atau

b. Setiap orang dengan sengaja melakukan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan yang menyebabkan dirinya ditangguhkan atau tidak memenuhi syarat menjadi anggota Komponen Cadangan.
SUMBER: Dirjen Pothan Departemen Pertahanan



Posted by bitter on Nov 13, '07 9:41 PM for everyone
Gede-gede!
Saya juga heran makannya apa, tapi kalau dibandingkan saya yang di keluarga termasuk tinggi, anak jaman sekarang lebih banyak lagi yang tumbuh tinggi dan berbadan besar, atau 'bongsor'. Apalagi yang blasteran !

Nah.... di bulan Agustus kemarin, kerabat yang tinggal di Jerman main-main ke Indonesia. Sebelum terbang ke Kaltim, tante saya (mama Ami) dan anak perempuannya alias sepupu saya Sarah Devi (dipanggil Dewi), mampir dulu ke Jakarta. Om saya yang originally Germany, nggak mau ke Jakarta dulu, maunya langsung ke Kaltim aja. Katanya sih, dia nggak suka Jakarta. Macet dan bau. Hihihi... mm... 'macet dan bau' .... kok familiar ya ? :P

Waktu mengunjungi mereka yang menginap di Pondok Gede, O my.. sejuta topan badai. Saya kok merasa cebol ya ? Hahaha.... memang tante saya sih termasuk tinggi untuk ukuran indo. Tapi anaknya.... cuma beda sekitar 6 cm sama saya. Padahal dia masih grade 4, alias kelas 4 SD !!!

Menurut bocoran dari mamahnya... dia juga yang paling tinggi di kelasnya. Kalau orang indonesia mengira, mungkin dikira udah SMP atau bahkan SMU. Kakak laki-lakinya, Julian yang sekarang sudah SMP, tingginya kabar-kabarnya 180 cm.
Kalau di Indonesia pasti udah ditarik jadi model dan pemain basket. Huhuhu.

O ya, tentu saja tinggi mereka juga dipengaruhi tinggi bapaknya juga dong. Saya nggak tau tinggi om saya itu tepatnya berapa, tapi untuk menggambarkannya... waktu saya masih kecil, dia suka menggendong saya dengan didudukkan di atas bahunya.

Setelah itu yang saya tau, saya benjol karena nabrak atasnya pintu. Hihihihi....

Masih nggak percaya-percaya tiap liat fotonya.

Posted by bitter on Nov 6, '07 4:13 AM for everyone
Jangan gampang tertipu dengan tawaran undian atau hadiah gratis di mall. Bukannya berprasangka buruk, tapi bisa saja maksudnya tidak seperti apa yang terlihat.
Nah, di salah satu mall dekat kantor (Ya... pasti taulah mall besar di seputaran Tj. Priok), saya sudah dua kali dikejar-kejar massa orang yang mau memberikan saya undian/hadiah. Yang pertama kali adalah undian. Lucunya... di awal saya lewat (catat : penampilan amburadul dan sandal jepit karet), dia cuek aja. Tapi apesnya karena saya sedang memainkan kunci mobil, rupanya para pembagi undian ini sadar dan kemudian mengejar saya yang sudah beberapa meter di depan. Bah, megang kunci mobil kan nggak berarti punya mobil... (??)

"Mbak, kami sedang promosi pembukaan toko, dengan promosi ini... kami membagi-bagikan hadiah hingga 1 juta kalau misalnya mbak beruntung, gampang kok mbak, tinggal gesek kartu ini aja"

Dia memperlihatkan sebuah kartu dengan 3 bulatan yang bisa digesek.

"Kalau tiga-tiganya sama, artinya mbak dapet hadiah, ya kali2 aja 1 juta mbak... tapi kalau nggak dapet jangan sedih ya..."

Saya mengambil kartu itu dan menggeseknya, walaupun dalam hati udah rasa nggak enak. Dan doeng, saya dapet 1 juta! Ya iyalaaah, pikir saya kesal sementara orang-orang di belakang saya sok memberi selamat kepada saya.

Bukannya saya tidak percaya keberuntungan saya, atau bukannya saya tidak mau satu juta. Hanya saja...... smells fishy banget! Akhirnya saya menolak. Mereka memaksa-maksa saya dengan rayuan 'Bisa beli J-Co berapa tuh mbak, traktir kita dong...'
Ahhh, I don't want to buy any of those words. Sudah sering dengar manipulasi-manipulasi seperti itu. Nanti disuruh tukar inilah, atau tukar itulah... atau diundi lagilah.... sampai akhirnya ternyata kita yang akan keluar uang lebih banyak.

Saya cuek saja pergi, dan siang ini sekali lagi saya dengan penampilan saya yang biasa (amburadul dan sandal jepit karet), keliling-keliling lagi di mall tersebut untuk beli celana renang buat...(nggak usah disebut-lah :P).

Kali ini caranya berbeda lagi, dia menghampiri saya dan ingin melihat struk belanja saya. Katanya, ini ada free gift dari mall yang baru saja merayakan ulang tahunnya.

Sekedar memastikan karena udah curiga, saya melihat badge yang dikalungkan di lehernya. Lah, badgenya kok dibalik, jadi nggak tau apa benar dia staff mall ini atau bukan.

"Ini free gift cuma-cuma mbak. Gratis, hanya saja kami butuh biodata mbak untuk data supaya mbak jangan dapet lagi", seorang laki-laki dengan karakter yang sama seperti orang yang menawari undian dulu, menunjukkan kepada saya sebuah gantungan kunci dgn embel-embel personal alarm.

Lalu, saya diminta untuk mengisi biodata saya di kantornya barang 2-3 menit. Saya merasa free gift itu juga tidak terlalu menarik, dan takutnya malah ada udang di balik bakwan.
Dan ketika dia memperlihatkan kupon dimana saya harus menulis biodata saya... saya ingat sekali, nama institusi/usaha yang tertera di kupon itu sama dengan nama yang tertera di undian 1 juta. Ah, saya langsung males berlama-lama.

Saya mengatakan 'terima kasih, silahkan hadiahnya buat yang lain saja, saya sedang buru-buru', dan langsung ngacir.

Saya sendiri tidak tahu apakah sebenarnya maksud dari undian atau hadiah itu memang benar adanya. Atau memang keberuntungan saya memang lagi bagus-bagusnya. Tapi....kalau memang itu untuk tujuan promosi, bukankah masyarakat sudah jengah dengan penipuan berkedok undian. Dengan cara-cara yang mencurigakan seperti itu, malah membuat promosi jadi terlihat seperti ajang manipulasi/penipuan...
Kenapa nggak yang gampang saja seperti memberikan discount atau membership... atau banyak cara lain yang memang menguntungkan bagi siapa saja... dan tidak menimbulkan kecurigaan.

Maaf kalo ada usaha/institusi yang tersinggung, it's just an opinion.


Posted by bitter on Oct 29, '07 6:17 AM for everyone
Ibu kota, atau mungkin lebih tepat diibaratkan seperti ibu tiri-nya cinderella.
Baru berapa lama ya aku disini ? Rasanya cukup untuk membuatku sesak dengan logam berat yang tertimbun di paru-paru.
Polusi!
Aduh, sesak yang nggak pernah sembuh.
Sesak karena bingung harus berbuat apa dengan orang yang lalu lalang menengadahkan tangannya. Sesak karena jengah dengan cerita-cerita iri hati. 'Enak ya dia begini, enak ya dia begitu'. Ck, rumput tetangga memang lebih hijau, sayang... padahal ketika kita mendapatkannya belum tentu juga yang lebih hijau lebih enak, kan ? (wait, bicarain kambing ?).

Padahal kalau dipikir, iri hati, benci... kenapa ya ? Semua orang pasti punya jalannya sendiri. Tuhan akan berikan kita apa yang kita butuhkan pada waktunya jika kita benar-benar percaya. Apalagi aku berpikir, sekarang tidak ada lagi tempat yang aman, manusia kehilangan nyawa begitu mudahnya.... kapan lagi kesempatan untuk jadi orang yang baik, saling menghargai jika tidak hari ini ?

-- yang baru dapet curhatan tentang iri hati --

Jadi rindu sama masa kecil. Kesal sama teman, di pagi hari eh... sudah lupa. Rasa panik waktu dipaksa bangun jam setengah 5 pagi untuk senam sama-sama, waktu ribut nyariin sepatu di kolong ranjang gara-gara ada inspeksi dadakan dari TNI. Rasa senang waktu jajan pentol bakso di depan SMP, rasa lelah waktu jalan kaki dari SD ke rumah nenek, rasa nyaman waktu sebuah handuk dingin diletakkan di dahiku saat demam....

Saat-saat yang lelah tapi damai. Saat-saat yang panik tapi bahagia. Bukan saat-saat santai kayak gini tapi sesak.

Astaga, ternyata aku pun masih anak kecil yang belajar dewasa.

-- yang lagi sesak nafas, tapi mikirnya kesana kemari --


Posted by bitter on Oct 24, '07 4:53 AM for everyone

Sebagai hobby, saya sudah menekuni web development sekitar mmm… 3 tahun, or more ? I’m not really sure. Dimulai dengan suka sok jago ngutak-ngatik di frontpage, sampai akhirnya belajar css dan engine simple seperti javascript, hingga bahasa pemrograman ASP, PHP dan Java. Saya cuman belajar sebagai hobby saja, sedangkan profesi sendiri malah lebih banyak di business interface alias engine-nya.

Sebenarnya, siapapun yang pernah menekuni konsep pemrograman saja, saya yakin dengan gampang bisa menguasai HTML dan CSS. Tapi saya buanyak banget dapet pertanyaan tentang 2 makhluk ini. Apalagi yang suka customize web friendster atau multiply.

Okelah, let see what I can do write. Sebenarnya banyak yg bilang saya bodoh sekali kalau menjelaskan keorang, jadi harap shut your mouth up maklum.

1. Understanding the basic Web Concept.

Sebuah web pastinya dibangun dengan HTML. HTML stands to Hyper Text Markup Language, yang akan menjadi perintah bagi sebuah browser bagaimana cara menampilkan web.

HTML dibentuk dengan tag seperti <perintah> dan ditutup dengan </perintah>.

Struktur HTML, idealnya seperti ini :

<html>
<head>

<title>Website saya</title>


</head>
<body>

  Isinya apa ya ?


</body>
</html>

Nah, yang biasa kita lihat di website, itu terletak di tag <body>. Perlu dicatat, HTML hanya murni untuk menampilkan sebuah interface web. Lalu apa yang sebenarnya ada di balik button di dalam web ?

Misalnya, kalo kita mengklik delete, muncul konfirmasi pop-up ‘Are you sure ?. Itu namanya adalah Validasi. Validasi / Pengecekan, biasanya dilakukan oleh javascript, which is OOT kali ini ya. Tapi FYI, IMHO, BTW (jadi kesenengan pake singkatan, hihi… bolehlah dikit :P), javascript biasanya diletakkan di level <head>, dimulai dengan tag <script language =“javascript”> dan diakhiri dengan </script>. Isinya apa ? Eeeeek, stop the train, we’re not getting there yet.

Oke, jadi cukup kan penjelasan di atas untuk pertanyaan seputar “javascript itu apanya HTML ?” , yang jelas saya tidak tahu kedekatan mereka apakah udah siap untuk komitmen yang lebih jauh atau belum (??).

HTML biasanya diakhiri dengan extension .htm, .html. Lalu,kenapa sih saya sering liat akhiran .php atau .asp atau .aspx atau .jsp atau bahkan .do  ?

Itu sebenarnya tergantung engine yang mereka pakai. Karena setiap website yang dinamis (artinya interaktif, jadi pengguna bisa entah save, atau mengirim data ke server), memerlukan engine diluar HTML, tapi untuk menampilkan, sebenarnya tetap dengan HTML. Kalau web statis yang tidak memerlukan pengguna untuk kirim-kirim sesuatu ke server, lebih baik pake .htm saja, kecuali kalau mau gaya.

Untuk tag-tag HTML, pastinya banyak kalo rajin search di seputaran tutorial lain, tapi untuk quick link bisa coba ke http://www.w3schools.com/html/html_quick.asp

But please don’t hurt yourself, try free html editor, ok? Tinggal klak-klik sana-sini HTMLnya sudah ter-generate, atau lebih canggih, saya recommend Macromedia Dreamweaver MX, hanya saja harus nge-crack tidak free.

2. What the heck is CSS ?

CSS stands to Cascading Style Sheets. Sebenarnya, tidak perlu CSS pun, kita bisa melakukan apa yang dilakukan CSS di HTML, tentunya dengan sedikit extra kerja keras. Jadi, CSS itu merupakan pengembangan untuk menghemat source code dan waktu.

Gampangnya saja. Kita ingin membuat tulisan ‘Gue keren’ (bah!) di website. Spesifikasi tulisan itu adalah :

  • Font :arial
  • Size :10px
  • Color :blue
  • Style :bold

Apa yang harus dilakukan ? Get a cup of coffee.

Dengan HTML, kita bisa melakukannya dengan cara seperti ini :

<font color="blue" face="Arial" style="size:10px"><b>Gw keren</b></font>

Sounds simple ? Tapi bagaimana kalo kita sekali lagi hendak membuat tulisan ‘Gw tetap keren’ di dalam sebuah tabel dengan spesifikasi yang sama ?  Codenya akan menjadi :

<font color="blue" face="Arial" style="size:10px"><b>Gw keren</b></font>
<table border="1"  width="100%">
  <tr><!--Row 1 -->
    
<td><font color="blue" face="Arial" style="size:10px"><b>Gw tetap keren</b></font></td><!--Col 1 -->
 
</tr>
</table>

See. Yang terjadi adalah kita harus mengulang hal yang sama dua kali. Bagaimana kalau itu terjadi sampai 3, 4 atau 100 kali ? Nah, CSS dibuat untuk menanggulangi hal ini.

CSS, seperti halnya javascript, diletakkan di level <head>dimulai dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>. CSS dibentuk dengan struktur :

<style>
  nama{property: value;}
</style>

Untuk itu dengan spesifikasi :

  • Font :arial
  • Size :10px
  • Color :blue
  • Style :bold

CSS yang kita (kita ? gue kali ?) buat, simply akan menjadi seperti ini :

<style>
  .sample{

font-family:Arial;

font-size:10px;

font-weight:bold;

color:blue;

}
</style>

Nah, mari kita (GUE kali!) gabungkan dengan script HTML yang tadinya beribet. Lengkapnya akan menjadi seperti ini :

<html>
<head>
  <title></title>
 
<style>
  .sample{

font-family:Arial;

font-size:10px;

font-weight:bold;

color:blue;

}
  </style>

</head>
<body>
<span
class=sample>Gw keren</span>
<table border="1" width="100%">
  <tr
     <td class=sample>Gw tetap keren</td  </tr>
</table>

</body>
</html>

Bisa dilihat tulisan class=sample yang sengaja saya besarkan secara tidak normal, itu menandakan cara penggunaan CSS.

Once again, don’t too hard on yourself, dengan Macromedia Dreamweaver MX 2004, CSS pun bisadi-generate, walau terkadang belum terlalu rapih.

Ok, saya kira sekian dulu penjelasan dasar penggunaan HTML dan CSS, in case ada yang bertanya-tanya. Bagi yang sudah tau dan menganggap tutorial ini ecek-ecek banget ya mbok shut up maklum. Karena sesuatu yang besar tetap dimulai dari sesuatu yang kecil, kan ?

Untuk tutorial-tutorial selanjutnya yang lebih spesifik tentang customize CSS di MP, atau bagaimana menjadikan desain di photoshop otomatis jadi sebuah interface web, semoga saya diberi waktu dan kesempatan untuk iseng-iseng bikin lagi.

Mohon mangap kalau kurang berkenan, atau terlalu panjang ataupun cuma menuh-menuhin message board  :D.

O ya, best viewed with Firefox, IE emang agak....



Posted by bitter on Oct 18, '07 11:28 PM for everyone
If I were a day of the week I would be:
* sunday

If I were a time of the day I would be:
* 11.59 PM

If I were a planet I would be:
* mars

If I were a piece of furniture I would
be:
* corner table

If I were a drink I would be:
* cinnamon coffee

If I were a bird, I would be:
* phoenix

If I were a flower/plant, I would be:
* orchid

If I were a kind of season, I would be:
* spring

If I were a musical instrument,I would
be:
* violin

If i were an animal I would be:
* bitterfly

If I were a color, I would be:
* red strip black

If I were a music, I would be:
* religious

If I were a food, I would be:
* tofu

If I were a taste, I would be:
* bitter

If I were a word, I would be:
* disaster

If I were a body part I would be:
* eyes

If I were a subject in school I would
be:
* math

If I were a shape I would be:
* oval

If I were a number I would be:
* 9